Senin, 17 Oktober 2011

nasib Taman Kota

 taman kota ku sayang.. taman kota ku malang..
semakin berjalannya waktu , semakin berkurang RTH (ruang terbuka hijau).

padahal RTH sangat" di butuhkan oleh masyarakat,
namun realytanya yang bertambah hanyalah Gedung" pencakar langit.. Ruko.. dan kantor".

sekarang di makassar hanya tinggal beberapa taman kota yg tersisa..
sempit . kotor . penuh sampah . dan tidak di pedulikan.. sangat di sayangkan..

 tempat bermain yg semakin langka..
 perosotan yang tak terawat.
sampah" bertebaran di taman kota.


kita tidak boleh sepenuhnya menyalahkan pemerintah kota setempat..
yang mebuang sampah,merusak fasilitas umum yang ada , dan bermasa bodo
adalah kita, orang" yang tidak peduli bagaimana nasib anak cucunya di masa depan..

tidak bisa di pungkiri .. arena bermain anak di mall sangat banyak..
yah, anak" kecil skrg lebih mengenal mesin" yang menyenangkan..
ketimbang bermain di taman , main perosotan.. ayunan.. bercanda dengan teman"nya..
dan menikmati suasana hijau nan indah...

harusnya kita lebih banyak mengajarkan dan mengenalkan ..
bagaimana kita mencintai lingkungan.. dan bumi yang kita tinggali..

haruskah kita tinggal berdiam diri.. ?
kurasa tidak, marilah kita cintai lingkungan kita..
sebagai mana tulusnya Tuhan memberi kita Bumi untuk kita tinggali..

yang saya harapkan kedepannya
jika ada pembangunan gedung.. kantor.. perumahan.. dll
tolong sediakan RTH . jika tidak ada RTH area resapan air semakin berkurang..
banjir dimna mana.. dan kota akan semakin panas.. karena ruang Hijau tidak ada..

Quote go green:

"Humans need continuous and spontaneous affiliations with the biological 
world, and meaningful access to natural settings is as vital to the urban 
dweller as to any other.
"- Dr. Stephen Kellert, Yale University 


2 komentar: